Agenda Terbaru

Statitik Pengunjung

22511
today Hari ini 6
yesterday Kemarin 14
minggu ini Minggu ini 348
muhdela Minggu kemarin 0
muhdela Bulan ini 155
muhdela Bulan kemarin 265
muhdela Total Kunjungan 22511
Your IP: 18.204.227.250
Unknown
Rabu, 21 Augustus 2019

Anak Qurrota’ayun Idaman Orang Tua

Anak yang qurrota’ayun merupakan anak yang diidam-idamkan oleh orang Tua. Mengapa orang tua menginginkan anak yang qurrota’ayun? Karena anak yang qurrota’ayun merupakan anak yang menjadi penyejuk hati.

Empat tipe anak menurut Alquran

  1. Zinatun Hayat (Perhiasan Dunia)

Alquran Surat Al Kahfi Ayat 46 memuat anak sebagai perhiasan dunia.

Artinya : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Anak sebagai perhiasan dunia itu berarti orang tua hanya merasa senang dan bangga memiliki anak tersebut.  Misalnya anaknya berprestasi, memiliki harta melimpah, kaya, sukses, punya mobil, dan sebagainya. Jika anaknya memiliki kebanggan itu maka orang tua akan ikut baik nama baiknya di masyarakat.

  1. Qurrota’yun (Penyejuk Hati)

Hal ini termuat dalam Alquran Surat Al Furqaan Ayat 74.

Artinya : “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

Ini merupakan kedudukan anak yang terbaik yakni manakala anak dapat menjadi penenang hati dan penyejuk hati orang tuanya. Inilah anak yang diharapkan orang tua. Mereka adalah anak-anak yang melaksanakan tugasnya sebagai anak. Misalnya disuruh orang tua untuk membantu pekerjaan, dilaksanakan. Diingatkan menjalankan ibadah salat, melaksanakan. Anak ini memiliki budi pekerti yang baik. Anaknya soleh dan solehah. Ucapan yang keluar dari lisannya baik dan tidak menyakiti orang lain. Memiliki jiwa tanggung jawab terhadap hal yang dia lakukan.

  1. Fitnatun (Ujian)

Anak menjadi ujian tertuang dalam Alquran Surat Al Anfal Ayat 28.

Artinya : ” Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.

Anak menjadi fitnatun atau ujian bagi orang tuanya ketika anaknya menjadi ujian bagi orang tuanya. Misalnya anaknya bandel, “ngeyel”, bahkan mengarah kepada perbuatan durhaka. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan anak membuat susah dan resah orang tua.

  1. ‘Aduwwun (Musuh)

Alquran Surat At Taghaabun Ayat 14 sebagai berikut

Artinya : “Hai orang-orang mu’min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Anak dianggap sebagai musuh ketika anak menjerumuskan orang tuanya untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.

Sebagai contoh Nabi Nur, memiliki anak yang kafir. Anaknya tidak mau mengikuti ayahnya di jalan Allah. Anaknya memilih kafir sehingga terbawa air bah.

 

Dari keempat tipe anak tersebut, sebagai orang tua kita menginginkan anak yang qurrota’ayun yaitu anak yang menjadi penyenang atau penyejuk hari orang tuanya. (RD)

Sumber: Ustaz Badrudin ARK. S.Ag.,M.Si. dengan perubahan


Last update: 2019-08-22 07:38:56